"Kalau untuk sekarang belum bicarakan tentang kepastian (capres-cawapres), tapi sekarang menyamakan persepsi antara perbedaan-perbedaan yang ada. Inilah tugas dari tim yang dibentukan itu," ujar anggota tim yang juga Sekjen PDIP Pramono Anung.
Hal itu dikatakan Pram, sapaan akrabnya, di lokasi pertemuan di Oak Room, Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakpus, Selasa (28/4/2009). Tampak hadir, Ketua BP Pemilu Tjahjo Kumolo dan sesepuh PDIP Sabam Sirait. Sementara, dari Golkar tampak Ketua Harian Bappilu Burhanuddin Napitupulu.
"Nanti ada sekjen (Soemarsono) dan Surya Paloh juga," kata Burhanuddin.
Melihat waktu pendaftaran pasangan calon yang sempit, kata Pram, kedua tim pun akan ngebut untuk menemukan persamaan-persamaan guna persiapan Pilpres 8 Juli.
"Tim kecil ini akan membahas hal-hal yang kemarin belum disamakan, sekarang akan disamakan untuk persiapan pilpres Juli mendatang. Karena waktu semakin mendesak, tim kecil akan bekerja terus untuk memberi masukan 2 sampai 3 hari mendatang," imbuh Pram.
Lebih lanjut Pram menambahkan, pertemuan antara JK dan Mega baru bisa dilangsungkan kembali usai terjadi kesepakatan antara kedua tim negosiator.
"Setelah ada kesepakatan dalam tim, pertemuan JK dan Mega (baru) akan bisa dilakukan," pungkasnya.
(lrn/iy)











































