Sekitar 20 orang yang tergabung dalam Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air (Spartan) mendatangi kediaman Mega di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2009) pukul 11.30 WIB.
Akan tetapi, niat mereka tidak kesampaian lantaran dihadang oleh sekitar 50 polisi yang mengamankan jalannya pertemuan penting tersebut. Akhirnya massa melakukan aksi di bundaran dekat rumah Mega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Spartan Agus Priyanto mengatakan, pihaknya meminta elit politik yang nantinya menjadi pemimpin untuk lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi ataupun golongan.
"Selain itu juga memerhatikan sektor-sektor ekonomi, tidak menjual aset nagara, danย memprioritaskan pada rakyat miskin," jelasnya saat ditemui detikcom.
Dalam kaitannya dengan pemilu, Agus berharap semua kecurangan yang terjadi bisa diselesaikan secara tuntas. Misalnya kasus Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan kasus logistik pemilu.
"Sebaiknya seluruh anggota KPU dari pusat hingga daerah diganti sebelum pilpres 2009," pungkasnya.
(irw/nrl)











































