Tuding Golkar Dipecah Belah, Tanda JK Gelisah

Tuding Golkar Dipecah Belah, Tanda JK Gelisah

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2009 10:19 WIB
Tuding Golkar Dipecah Belah, Tanda JK Gelisah
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla mengaku partai berlambang beringin dipecah belah oleh orang atau kelompok tertentu. Tudingan itu keluar karena JK dilanda gelisah.

"JK gelisah, khawatir mesin politik Partai Golkar tidak solid. Wajar saja sebab Pilpres salah satu modal dasarnya adalah soliditas partai," kata pengamat politik, M Qodari, kepada detikcom, Selasa (28/4/2009).

Menurut dia, soliditas partai dipengaruhi oleh variabel internal dan eksternal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi jika instrumen dan mesin politiknya tidak utuh maka kinerja tidak maksimal. Hasil dan perolehan suara pun tidak tinggi. Masuk di akal jika ada kekhawatiran seperti itu," ujarnya.

"Golkar adalah parpol yang infrastrukturnya paling lengkap di Indonesia. Kalau rapuh digerogoti rayap politik, DPD I dan DPD II tidak solid ya mempengarui proses pemilihan. Ibaratnya, kendaraan rodanya ada 4, kalau hanya ada 2 kan oleng," papar Qodari.

Untuk mengantisipasinya, Qodari menyarankan agar JK bertindak cepat dan tepat.

"JK harus menformalkan keputusan Golkar dan semua harus mendukung. Jika tidak ya terapkan sanksi indisipliner. JK yang dikenal selalu bertindak cepat harus membuktikannya dengan sigap melaksanakan  konsolidasi internal dan mengeluarkan keputusan politik secepatnya," kata Qodari.

JK mengaku ada orang atau kelompok yang ingin memecah belah Golkar. Namun, JK tidak menyebut siapa orang atau kelompok yang dimaksudnya itu. JK mengatakan PAN dan PPP juga mengalami hal serupa.
 
Tuduhan JK ini terkait dengan surat 25 ketua DPD I Golkar yang meminta agar Golkar kembali berkoalisi dengan Demokrat dan mengirimkan 6 nama sebagai cawapres SBY. Sementara itu ratusan DPD II Golkar mendesak agar Rapimnassus Golkar yang mencapreskan JK diulang, diisi dengan penetapan cawapres dari Golkar.

(aan/nrl)


Berita Terkait