"JK gelisah, khawatir mesin politik Partai Golkar tidak solid. Wajar saja sebab Pilpres salah satu modal dasarnya adalah soliditas partai," kata pengamat politik, M Qodari, kepada detikcom, Selasa (28/4/2009).
Menurut dia, soliditas partai dipengaruhi oleh variabel internal dan eksternal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar adalah parpol yang infrastrukturnya paling lengkap di Indonesia. Kalau rapuh digerogoti rayap politik, DPD I dan DPD II tidak solid ya mempengarui proses pemilihan. Ibaratnya, kendaraan rodanya ada 4, kalau hanya ada 2 kan oleng," papar Qodari.
Untuk mengantisipasinya, Qodari menyarankan agar JK bertindak cepat dan tepat.
"JK harus menformalkan keputusan Golkar dan semua harus mendukung. Jika tidak ya terapkan sanksi indisipliner. JK yang dikenal selalu bertindak cepat harus membuktikannya dengan sigap melaksanakan konsolidasi internal dan mengeluarkan keputusan politik secepatnya," kata Qodari.
JK mengaku ada orang atau kelompok yang ingin memecah belah Golkar. Namun, JK tidak menyebut siapa orang atau kelompok yang dimaksudnya itu. JK mengatakan PAN dan PPP juga mengalami hal serupa.
Tuduhan JK ini terkait dengan surat 25 ketua DPD I Golkar yang meminta agar Golkar kembali berkoalisi dengan Demokrat dan mengirimkan 6 nama sebagai cawapres SBY. Sementara itu ratusan DPD II Golkar mendesak agar Rapimnassus Golkar yang mencapreskan JK diulang, diisi dengan penetapan cawapres dari Golkar.
(aan/nrl)










































