"Orang-orang di politik itu memang pragmatis," ujar pengamat politik Andrinof Chaniago saat berbincang dengan detikcom, Selasa (28/4/2009). Dia menampik 25 ketua itu melakukan pembangkangan pada JK.
Andrinof menilai, pengurus Golkar di daerah melihat keputusan Rapimnassus yang memutuskan berpisah dengan Partai Demokrat (PD) dan mencapreskan JK bisa merugikan partai. Kader di daerah menginginkan Golkar tetap dalam barisan pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pada Senin (27/4) malam, surat 25 ketua DPD yang mengikuti Rapimnassus Golkar diserahkan pada JK. Isinya adalah meminta Golkar kembali berkoalisi dengan PD dan menyiapkan 6 nama cawapres sebagai pendamping SBY. JK sendiri tetap berkutat pada hasil Rapimnassus yang mencapreskan dirinya.
Andrinof menyarankan JK berkompromi terhadap desakan ketua DPD I tersebut. JK diminta mundur dari pencapresan dan menyetujui pengajuan 6 nama cawapres Golkar pendamping SBY. "Sebaiknya kompromi JK mundur saja," katanya.
Apakah PD mau menerima Golkar kembali? Andrinof menilai kemungkinan itu masih ada meskipun Golkar terlanjur menyatakan berpisah dengan PD. Apalagi, lanjut Andrinof, PD membutuhkan koalisi yang kuat di parlemen.
"Masih mungkin peluangnya terbuka lewat berbagai pintu," tandasnya.
(Rez/nrl)










































