KPU Rekap Perolehan Suara Jawa Tengah dan Bengkulu

KPU Rekap Perolehan Suara Jawa Tengah dan Bengkulu

- detikNews
Senin, 27 Apr 2009 17:16 WIB
KPU Rekap Perolehan Suara Jawa Tengah dan Bengkulu
Jakarta - KPU menggelar rekapitulasi perolehan suara untuk Jawa Tengah dan Bengkulu. Untuk Bengkulu, pengesahannya ditunda.

"Hari ini kita melakukan rekap nasional untuk Provinsi Bengkulu 1 dapil DPR dan DPD dan Jateng seluruh dapil 1-10 untuk DPR dan DPD. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai 11 dapil itu," ujar anggota KPU Andi Nurpati di Hotel Borobudur, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2009).

Rekapitulasi nasional berlangsung mulai Minggu, 26 April, hingga penetapan hasil keseluruhan pada 9 Mei. Hari pertama kemarin, KPU telah menyelesaikan rekap 4 provinsi dengan 5 dapil, yakni Sumbar (2 dapil), Bangka Belitung, DIY, dan Bali (3 terakhir masing-masing 1 dapil).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang hari ini lebih padat. Tapi kita harap mudah-mudahan saksi tidak banyak memberikan sanggahan sehingga bisa lebih lancar," kata Andi.

Menurut Andi, saksi memang diberikan ruang untuk menyampaikan protes. Demikian juga dengan Bawaslu.

"Sejauh memang keberatan atau laporan itu punya bukti yang kuat akan kita crosscheck, kita pelajari, dan tidak menutup kemungkinan KPU melakukan perbaikan," imbuh Andi.

Pengesahan Bengkulu Ditunda

Pengesahan perolehan suara Provinsi Bengkulu ditunda. Penyebabnya, terjadi selisih jumlah antara suara DPR dengan DPD.

Para saksi dari parpol dan komisioner memprotes selisih tersebut. KPU Provinsi Bengkulu mencoba memberikan penjelasan atas persoalan ini. Namun penjelasan itu tidak bisa diterima para saksi dan komisioner KPU.

"Kenapa bisa terjadi jumlah selisihnya besar sekali, padahal pemilih kan menggunakan 4 surat saura. Logikanya harusnya sama, siapa tahu angka-angkanya salah, makanya kita pending pengesahannya," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Namun menurut hafiz, pengesahannya tetap diusahakan akan dilakukan.

(sho/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads