"SBY itu harus dilawan sosok baru yang punya visi perubahan. Bu Mega sudah dua kali nyapres dan kalah. JK tidak akan menang, jadi hanya Prabowo yang bisa dihadapkan dengan SBY," kata Permadi kepada detikcom, Senin (27/4/2009).
Menurut Permadi, kedua tokoh yang mengendalikan Golkar dan PDIP harus berfikir panjang dan realistis. Jika keduanya masih memikirkan egoisme pribadi dan kelompok serta pertimbangan harga diri, keduanya akan digilas SBY dalam satu putaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permadi menambahkan, posisi Partai Gerindra sebagai pengusung utama capres Prabowo Subianto memang tidak bisa berbuat banyak jika PDIP dan Golkar tidak memberikan kesempatan Prabowo sebagai capres. Hal ini disebabkan perolehan suara Gerindra yang hanya 4,5 persen sehingga sangat tergantung dengan PDIP atau Golkar.
"Perolehan Gerindra kan cuma 4,5 persen. Kalau Gerindra tidak gabung dengan PDIP atau Golkar, mau koalisi dengan siapa," paparnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan jika Prabowo jadi cawapres dan dijanjikan capres pada Pilpres 2014, Permadi menilai waktu 2014 itu terlalu lama dan tidak ada jaminan yang pasti.
"Terlalu lama menunggu kalau harus 2014. Negara ini sudah lebih rusak lagi. Tambah susah benahinya. Sekarang waktunya kalau mau," argumen pria yang dikenal sebagai paranormal ini.
(yid/nrl)











































