"Harus ada yang mengalah, Ibu Mega sudah pernah dua kali (nyapres). Kalau bisa didorong JK-Prabowo," tutur Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu yang akrab disapa Burnap, saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Senin (27/4/2009).
Menurut Burnap, apabila PDIP dan Golkar sama-sama maju, kemungkinan menang menjadi kecil. Oleh karena itu sebaiknya kedua partai besar ini berkoalisi untuk mengusung satu pasang capres pada pilpres nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK-Prabowo, menurut Burnap, pendatang baru yang layak diperhitungkan. Duet ekonomi kerakyatan ini, Burnap menambahkan, akan mendulang banyak suara di Pilpres Juli nanti.
"JK-Prabowo sama-sama 'new comer', sama-sama ekonomi kerakyatan, lebih kuat bertarung dibandingkan PDIP dengan Hanura. Kalau 6 partai berkoalisi harus ada yang memulai mengalah," imbuh Burnap.
"Idealnya ada yang mengalah karena pemilu bukan antara menang dan kalah, tapi bagaimana koalisi berjalan ke depan," pungkasnya.
(van/nrl)











































