"Usulan-usulan itu wajar. Sikap DPP PD jelas, bahwa untuk cawapres kami serahkan pada Pak SBY," kata Ketua DPP PD Anas Urbaningrum dalam keterangan pers usai penutupan Rapimnas II PD, Minggu (26/4/2009), di Arena PRJ, Jakarta.
Dia mengakui bahwa PD dan PKS telah dan akan terus mengadakan pembicaraan intensif terkait rencana membangun kebersamaan dua parpol di pemerintahan dan parlemen. Semula opsi cawapres sebagai wujud koalisi yang akan dibangun khusus ditawarkan pada Partai Golkar yang perolehan suara nasional dalam Pemilu 2009 satu tingkat di bawah PD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagaimana yang Tim 9 PD terapkan kepada Golkar, maka sudah pasti PKS diberi hak untuk ajukan persyaratan-persyaratan. Tetapi sejauh ini Anas masih berkelit saat ditanya apakah jatah posisi cawapres yang Golkar tinggalkan diberikan pada PKS dan syarat yang PKS ajukan.
"Apa pun usulan partai semua itu statusnya proposal dan kita serahkan pada Pak SBY untuk memutuskan. Koalisi tidak harus sekali jadi, bisa bertahap," elak mantan anggota KPU ini.
PKS memutuskan nama-nama cawapres sebagai pendamping SBY. Namun, nama-nama itu dirahasiakan. Nama Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, dan Salim Segaf Al Jufri diperkirakan masuk dalam nama yang disodorkan PKS.
(lh/asy)











































