"Dengan mempertimbangkan etika dan kesantunan politik, PKS akan menyampaikan nama-nama cawapres dalam amplop tertutup kepada SBY," kata Ketua Majelis Syuro DPP PKS KH Hilmi Aminuddin dalam jumpa pers seusai penutupan Musyawarah Majelis Syuro (MMS) PKS di kompleks Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (26/4/2009).
Baik Hilmi, maupun Presiden PKS Tifatul Sembiring dan Sekjen DPP PKS Anis Matta kompak bungkam saat ditanya siapa cawapres yang diusulkan PKS itu. Berapa jumlah cawapres yang diusulkan, mereka juga tak mau membocorkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, nama Hidayat Nurwahid diduga masuk dalam nama-nama cawapres yang disampaikan kepada SBY. Sebab, nama Hidayat terdengar paling nyaring dalam usulan yang disampaikan Majelis Syuro Daerah. Hidayat juga masuk dalam 8 tokoh PKS yang dari awal akan disokong menjadi capres.
Namun, saat ditanya apakah nama Hidayat masuk dalam nama cawapres yang diusulkan kepada SBY, Anis Matta lagi-lagi bungkam. "Nanti saja," kata Anis.
Lantas siapa nama lain selain Hidayat yang juga diusulkan sebagai cawapres? Tifatul Sembiring juga punya peluang besar. Karena nama dia juga disebut dalam MMS dan memang masuk dalam 8 tokoh yang didengung-dengungkan PKS sebelumnya.
Nama lain yang potensial adalah Salim Segaf Al Jufri. Saat ini, tokoh PKS itu masih menjabat sebagai Dubes RI di Arab Saudi. Salim Segaf dianggap mumpuni sebagai cawapres. Nama Salim juga masuk dalam 8 tokoh yang diusung PKS.
Bagaimana nama lima tokoh lainnya? Sangat mungkin. Namun, kemungkinan besar hanya tiga nama tersebut yang diusulkan PKS kepada SBY. Kabarnya, nomor urut pertama adalah Hidayat Nurwahid, karena dialah yang diusulkan paling banyak oleh daerah-daerah.
(asy/ndr)











































