Tanpa Yel-yel, Tepuk Tangan Pun Diatur

Rapimnas II PD

Tanpa Yel-yel, Tepuk Tangan Pun Diatur

- detikNews
Minggu, 26 Apr 2009 09:34 WIB
Tanpa Yel-yel, Tepuk Tangan Pun Diatur
Jakarta - Tepuk tangan biasanya dilakukan untuk mengungkapkan rasa kebahagiaan, kepuasan dan suka cita. Dan biasanya dilakukan secara reflek, tanpa paksaan.

Tapi yang terjadi di Rapimnas II Partai Demokrat yang berlangsung di PRJ Kemayoran, Jakarta tampak beda. Peserta tak sepenuhnya mempunyai hak untuk mengawali tepuk tangan.

"Yang berhak mengawali tepuk tangan adalah yang duduk di barisan depan, yakni para pengurus DPP," ujar Sekjen PD, Marzuki Alie saat memberi briefing kepada peserta Rapimnas II PD di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 500-an peserta pun tampak memahami anjuran Sekjen PD tersebut.

"Jadi kalau yang di depan tepuk tangan, otomatis yang belakang juga harus tepuk tangan," Marzuki Alie menambahkan.

Acara Rapimnas PD ini memang direncanakan berlangsung secara khidmat. Peserta dilarang untuk meneriakan yel-yel dan hura-hura.

"Ini menunjukkan Partai Demokrat adalah partai yang betul-betul teratur. Ke depan kan aturan partai yang punya budaya bersih, cerdas dan santun," imbuhnya.

Saat memimpin gladi resik, artis cantik yang juga angota Dewan dari PD juga harus memilah-milah mana rangkaian acara yang harus ditepuktangani dan mana yang tidak boleh.

"Mohon tepuk tangan," kata Angelina Sondakh usai membacakan salah satu rangkaian acara.

Dalam acara Rapimnas ini, SBY secara resmi akan dicalonkan sebagai capres dari Demokrat. Belum pasti apakah dalam acara ini juga akan ditetapkan cawapres SBY.
(anw/mok)


Berita Terkait