Prabowo dan Wiranto Adu Paham Ajaran Bung Karno

Prabowo dan Wiranto Adu Paham Ajaran Bung Karno

- detikNews
Sabtu, 25 Apr 2009 15:13 WIB
Prabowo dan Wiranto Adu Paham Ajaran Bung Karno
Jakarta - Sosok proklamator RI Soekarno memang tidak bisa dipisahkan citra Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Semangat nasionalisme pun sangat terasa dalam Rakernas V PDIP di kantor DPP, Jl Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2009).

Wiranto dan Prabowo, yang hadir dalam hajatan banteng itu tak mau ketinggalan melontarkan ajaran-ajaran Bung Karno. Dua purnawirawan ini pun seakan berlomba-lomba memerkan ajaran Bung Karno yang mereka ketahui.

Menurut Wiranto, ajaran Bung Karno tentang Trisakti adalah solusi bagi keterpurukan bangsa sekarang ini. Sebab, meski sudah 63 tahun merdeka, bangsa Indonesia masih saja merasa terjajah di negeri sendiri dengan kemiskinan, pengangguran, bencana yang terus melanda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya," kata Wiranto lantang tentang isi Trisakti di hadapan ratusan kader PDIP.

Wiranto pun menjelaskan arti dari ajaran Bung Karno tersebut. Trisakti, kata Wiranto, adalah keinginan Bung Karno agar rakyat Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri.

"Setelah 63 tahun kita merdeka, dengan prihatin saya menyampaikan rakyat yang seharusnya menjadi tuan di negeri sendiri, hidup dalam keadaan menyedihkan dan memprihatinkan. Kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, bencana, dan musibah menjadi sangat akrab dengan kehidupan bangsa Indonesia," ujarnya.

"Keluhan mereka, jeritan mereka tenggelam oleh hiruk-pikuknya bangunan perkotaan yang katanya indikator dari pembangunan ekonomi nasional kita, yang sudah menganut neoliberalism," tambahnya.

Tidak hanya itu, mantan Pangab/ABRI ini juga mengutip Bung Karno untuk melakukan perubahan dari dari keadaan 'terjajah' di negara sendiri menjadi merdeka sepenuhnya.

"Perubahan butuh sesuatu pergerakan dan pergerakan butuh suatu kekuatan dan kekuatan yang besarlah yang dapat melakukan perubahan itu," tutur Wiranto yang disambut riuh tepuk tangah para kader PDIP.

Prabowo yang mendapat kesempatan memberikan sambutan setelah Wiranto mengaku kehabisan bahan tentang ajaran-ajaran Bung Karno.

"Karena wiranto sudah sebut trisakti dan sebagainya, saya sudah kehabisan bahan," kata Prabowo disambut gelak tawa para hadirin.

Meski kehabisan bahan, Prabowo pun tak mau kehilangan akal. Ia pun bercerita tentang ikhwal penamaan partainya, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Menurut dia, nama Gerindra adalah berasal dari Parindra (Partai Indonesia Raya). Parindra, katanya, adalah partai yang pernah dibentuk kakeknya, Margono Djojohadikusumo, atas mandat Bung Karno dan Bung Hatta, pemimpin Partai Nasional Indonesia (PNI).

"Malam sebelum Bung Karno dan Bung Hatta dalam pembuangan, karena PNI dibubarkan, kakek saya dipanggil dan diberi mandat untuk membentuk Partai Indonesia Raya,Β  untuk meneruskan perjuangan saat pemimpin-pemimpin PNI sedang dalam pembuangan," ujar Ketua Dewan Pembina Gerindra ini.

Prabowo menjelaskan, saat Bung Karno dan Bung Hatta kembali dalam pembuangan, Parindra dibubarkan karena PNI sudah terbentuk kembali.

"Jadi Gerindra adalah cucunya PNI," pungkasnya.
(lrn/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads