"Ada kemungkinan (diumumkan) nanti malam di Teuku Umar," kata sumber detikcom di jajaran pengurus PDIP, Sabtu (25/4/2009).
Sumber tersebut menjelaskan, kepastian mengenai duet tersebut terlihat jelas dari kehadiran Prabowo dalam forum Rakernas PDIP.
"Dan menurut Pak TK (Taufieq Kiemas), Ibu Mega itu sayang sama Pak Prabowo," ujar sumber tersebut.
Bagaimana dengan Golkar? Menurut sumber itu, PDIP tetap membuka peluang koalisi dengan partai pimpinan Jusuf Kalla itu. Namun koalisi keduanya tidak dalam posisi menentukan capres dan cawapres.
"Ada berbagai opsi. Pertama Golkar langsung bergabung mengusung duet Mega-Bowo. Golkar akan mendapat jatah 50 persen kursi kabinet,"
Opsi kedua, Golkar tetap maju dengan capresnya sendiri. Namun jika tidak lolos putaran kedua, akan bergabung dengan PDIP-Gerindra dan Hanura, mendukung duet Mega-Prabowo.
"Tapi berbagai kemungkinan lainnya bisa saja terjadi. Namun demikian, tidak mengubah posisi Mega-Bowo," tegasnya.
(djo/gah)











































