"Saya memang belum lihat dan nilai betul, tapi saya tidak yakin akan kualitas DPR lima tahun mendatang," kata Ginandjar kepada wartawan usai acara Talkshow Fisip Emas Agenda Indonesia 5 Tahun Mendatang di gedung Fisip Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jumat (24/4/2009).
"Masa tokoh-tokoh besar bisa dikalahkan lawak. Kalau seperti Oneng tidak apa-apa, dia jelas S2 UI. Tapi ada juga yang cuma guyonan masyarakat jadi bisa memimpin bangsa ini," tambah Ginandjar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, bisa saja nanti ada aturan seseorang bisa menjadi caleg dengan syarat ia memiliki ratusan ribu tandatangan. "Calon tersebut bisa saja lebih baik daripada orang yang punya uang lalu mendirikan partai dan berkampanye," ujar Ginandjar.
Ginandjar juga menyarankan sebaiknya untuk satu daerah, partai hanya mencalonkan satu wakilnya. "Kalau mencalonkan 2 sampai 3 itu malah saling membunuh, akibatnya orang seperti Ferry Mursyidan jadi tidak terpilih," kata dia.
Menurut Ginandjar, pendidikan politik di Indoenesia juga harus lebih baik, salah satunya dengan bantuan pers. "Di Amerika bisa maju presiden kulit hitam dan hampir saja ada presiden perempuan. Hal itu tidak mungkin terjadi tanpa pendidikan politik yang baik dan objektif. Di kita Megawati jadi presiden karena dia anak Soekarno saja," kata Ginandjar. (ern/sho)











































