Golkar-PD Cerai, PPP Ingin Blok Perubahan

Golkar-PD Cerai, PPP Ingin Blok Perubahan

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2009 13:50 WIB
 Golkar-PD Cerai, PPP Ingin Blok Perubahan
Jakarta - Ketua DPP PPP Emron Pangkapi menilai perceraian Partai Golkar dan Partai Demokrat (PD) membuka peluang baru bagi PPP untuk menggalang koalisi perubahan. Hal ini disebabkan mayoritas pengurus PPP dan DPW PPP menginginkan PPP bergabung dengan koalisi perubahan.

"Kecenderungan kita mayoritas menginginkan suasana perubahan karena pengalaman 4 setengah tahun bersama SBY-JK tidak mendapakan manfaat maksimal," kata Emron kepada detikcom, Jumat (24/4/2009)

Menurut Emron, bagi PPP yang terpenting adalah jalinan koalisi yang dibangun dapat membawa kesejahteraan rakyat dan kedamaian umat, khususnya PPP. Karena itu, pilihan koalisi yang akan diambil pasti memperhatikan asas manfaat di atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi PPP sebagai parpol tugas utamanya menyalurkan aspirasi umat. Kita mencatat, keikutsertaan PPP dalam koalisi di pemerintahan sekarang tidak mencerminkan pembagian yang adil. Karena itu, mayoritas kader menginginkan perubahan," paparnya.

Emron lalu mengungkapkan kekecewaan kader PPP akibat berbagai carut marut pelaksanaan Pemilu 2009. Hal inilah yang diyakini menjadi penyebab anjloknya suara PPP.

"Carut-marutnya masalah DPT sampai masalah perhitungan suara dan macetnya IT KPU, itu semua kesalahan KPU plus kita mencurigai ada grand design yang dilakukan oleh penguasa. Korban pertamanya salah satunya ya partai menengah termasuk PPP," paparnya.

Saat ditanya mengenai siapa capres yang akan didukung, Emron menjawab tegas PPP mengingnkan capres baru yang belum terlibat dalam pemerintahan selama ini.

"Bu Megawati sudah jadi presiden, Pak Wiranto sudah pernah capres dan kalah, JK sudah menjadi wapres saat ini. PPP mendambakan blok perubahan yang mengendors seorang tokoh, sosok baru, gagasan baru yang mampu mengalahkan SBY, sosok itu hanya Prabowo Subianto," pungkasnya.

(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads