"Kecenderungan kita mayoritas menginginkan suasana perubahan karena pengalaman 4 setengah tahun bersama SBY-JK tidak mendapakan manfaat maksimal," kata Emron kepada detikcom, Jumat (24/4/2009)
Menurut Emron, bagi PPP yang terpenting adalah jalinan koalisi yang dibangun dapat membawa kesejahteraan rakyat dan kedamaian umat, khususnya PPP. Karena itu, pilihan koalisi yang akan diambil pasti memperhatikan asas manfaat di atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emron lalu mengungkapkan kekecewaan kader PPP akibat berbagai carut marut pelaksanaan Pemilu 2009. Hal inilah yang diyakini menjadi penyebab anjloknya suara PPP.
"Carut-marutnya masalah DPT sampai masalah perhitungan suara dan macetnya IT KPU, itu semua kesalahan KPU plus kita mencurigai ada grand design yang dilakukan oleh penguasa. Korban pertamanya salah satunya ya partai menengah termasuk PPP," paparnya.
Saat ditanya mengenai siapa capres yang akan didukung, Emron menjawab tegas PPP mengingnkan capres baru yang belum terlibat dalam pemerintahan selama ini.
"Bu Megawati sudah jadi presiden, Pak Wiranto sudah pernah capres dan kalah, JK sudah menjadi wapres saat ini. PPP mendambakan blok perubahan yang mengendors seorang tokoh, sosok baru, gagasan baru yang mampu mengalahkan SBY, sosok itu hanya Prabowo Subianto," pungkasnya.
(yid/iy)











































