"Itu (jadi cawapres SBY) harapan saya," kata Akbar usai pertemuan dengan sejumlah DPD II di rumahnya, Jl Purnawarman 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2009).
Rapimnassus Partai Golkar, Kamis (23/4/2009) kemarin memutuskan akan mengajukan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2009. Partai Golkar resmi bercerai dari Partai Demokrat setelah mengalami kebuntuan proses koalisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, yakni mengajukan apa yang telah diputuskan partai yaitu JK sebagai capres. Kedua, mencari tambahan dukungan suara parpol lain 10 persen.Β Ketiga, tetap kerjasama dengan parpol khususnya Partai Demokrat (PD).
"Saya melihat opsi yang paling memungkinkan adalah kerjasama dengan Partai Demokrat," kata mantan Ketua Umum PB HMI ini.
Menurut Akbar kerjasama dengan PD tetap terbuka meskipun Rapimnassus Golkar telah memutuskan mencapreskan JK. Ia yakin keputusan mencapreskan JK sulit dilaksanakan. Biasanya bila keputusan sulit dilaksanakan, Golkar akan kembali lagi ke koalisi awal yakni PD.Β
"Dalam parpol seandainya keputusan itu susah dilaksanakan, ya pasti akan kembali lagi," tegas Akbar.
(gus/iy)










































