Cegah Kader Lain Maju Capres, Golkar Harus Tegakkan Disiplin Partai

JK Jadi Capres

Cegah Kader Lain Maju Capres, Golkar Harus Tegakkan Disiplin Partai

- detikNews
Jumat, 24 Apr 2009 07:10 WIB
Cegah Kader Lain Maju Capres, Golkar Harus Tegakkan Disiplin Partai
Jakarta - Partai Golongan Karya (Golkar) sepakat untuk mengusung Jusuf Kalla (JK) sebagai capres Pilpres Juli nanti. Untuk mencegah kader Golkar lain maju seperti tahun 2004, Golkar harus menegakkan disiplin internal partainya.

"Golkar ingin terlihat solid untuk menghindari friksi yang terjadi. Mampu tidak ditegakkan disiplin oleh partai?" ujar pengamat politik dari Universitas Indonsia (UI) ZulfikarΒ  Ghazali, ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (23/4/2009) malam.

Pada Pemilu 2004 lalu, Golkar mengusung capres hasil konvensi Wiranto-Salahuddin Wahid. Wiranto sebelumnya bukan kader Golkar. Sementara itu, Jusuf Kalla (JK) yang kader Golkar saat itu dipinang cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diusung Partai Demokrat (PD).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan Golkar saat itu, menurut Zulfikar terlalu lentur. Sehingga ada kader lain yang bisa maju di luar kebijakan mainstream partai.

"Kalau sekarang melalui keputusan partai lewat Rapimnasus, maka bisa tidak ditegakkan disiplin?" ulangnya.

Karena hanya dengan penegakan disiplin internal, maka kader lain seperti Akbar Tandjung tidak bisa maju.

Zulfikar menerangkan, pada pemilu 2004 yang lalu ada dua kader golkar yang maju pada pilpres. Kalau dulu, kata pengamat politik dari UI ini, peraturan yang ada di Golkar terlalu lentur. Karena kala itu penentuan capres oleh Golkar dilakukan melalui mekanisme konvensi.

Menurut Zulfikar pada Pemilu 2004 lalu kondisi internal Golkar terlalu terbawa euforia kemenangan pemilu legislatif. Namun sekarang ini Golkar tidak lagi jadi pemenang sehingga membuat mereka makin solid.

"Dulu mereka terlalu gembira karena menang ternyata sekarang mereka kalah. Karena itu mereka akan lebih rapat," tandasnya.

(ddt/nwk)


Berita Terkait