"Dari awal kita sudah mencalonkan Pak SBY jadi capres, berarti kita sudah siap bersaing dengan siapa pun," kata Ketua DPP Demokrat Andi Mallarangeng di Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (23/4/2009).
Andi kembali menegaskan bahwa sebab utama retaknya hubungan kedua partai adalah menyangkut jumlah cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menambahkan, Demokrat selalu membuka komunikasi, membuka pintu untuk komunikasi dengan siapa pun termasuk Golkar.
"Pertemuan kemarin kan masih pertemuan pertama oleh tim (Tim 3 PD dan PG). Hampir semua butir-butir yang Golkar sampaikan disepakati, hanya satu hal yang belum disepakati yakni soal cawapres tunggal," jelasnya.
Soal itu pun, lanjut Andi, sebenarnya masih ada ruang untuk dibahas lagi, karena sebenarnya masalah yang belum disepakati dikembalikan kepada Ketua Dewan Pembina Demokrat SBY dan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla.
"Semua kami serahkan ke Pak SBY, janganlah ini menjadi konflik yang berkepanjangan," imbuhnya.
Andi enggan mengomentari kemungkinan keluarnya Golkar dari koalisi hanya upaya gertak sambal untuk menailkan 'tawaran'.
"Kita ingin menciptakan pemerintahan yang efektif, biarlah Pak SBY memilih cawapres yang pas yang efektif yang kompak," ujarnya.
Kira-kira siapa cawapresnya SBY? "Belum ada nama-nama yang definitif. Pada 25 April nanti kita melakukan Munas dan di sana akan mencalonkan Pak SBY sebagai capres dari Demokrat," tutup Andi.
(ndr/nrl)











































