Informasi yang dikumpulkan detikcom di arena Rapimnassus, JK mendapat dukungan sebagai capres dari DPD-DPD Golkar kawasan Timur dan Jawa Barat. Sementara suara-suara yang mencalonkan Akbar Tandjung dan Sri Sultan sudah terdengar, meski tidak terlalu kencang.
Ketua DPD I Golkar Papua Jhon Ibo mengaku sebenarnya hasil Rapimda Papua mendukung pasangan SBY-JK untuk Pilpres 2009. Namun, jika memang Rapimnassus memutuskan Golkar cerai dengan Demokrat, maka Papua akan mendukung JK sebagai capres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Jhon Ibo menganggap SBY tidak konsekwen dan tidak punya komitmen dalam koalisi. "SBY kurang konsekwen dalam komitmennya. SBY harusnya tidak mengintervensi partai," ujar dia saat ditanya mengenai deadlock-nya pembahasan koalisi Golkar dan Demokrat.
Sementara itu DPD I Golkar DI Yogyakarta terang-terangan mendukung Sultan dan Akbar Tandjung sebagai capres. "Dari hasil Rapimda, kami mendukung Sultan dan Akbar," ujar Sekretaris DPD I DI Yogyakarta Sudardi.
Saat ditanya mengapa DI Yogyakarta tidak mendukung JK, Sudardi hanya tersenyum. Namun, Sudardi menegaskan meski pihaknya mendukung Sultan dan Akbar, pihaknya akan menerima apa pun keputusan yang ditetapkan Rapimnassus.
Sedangkan Sekretaris DPD I NTT Alex Enna mengatakan seharusnya Golkar tidak membahas capres-cawapres terlebih dulu sebelum melakukan evaluasi. "Yang dilakukan Golkar haruslah evaluasi dulu mengapa kok Golkar bisa kalah. Padahal pada 1999 lalu di saat semua orang mencaci, Golkar bisa mendapat 24% suara," kata dia.
Alex tidak mempermasalahkan jika Golkar memilih jadi oposisi lima tahun mendatang. "Golkar harus membuat sejarah!" tegas dia.
Rapimnassus yang dibuka JK pada pukul 09.00 WIB tadi akan berlangsung sehari. Hingga pukul 12.30 WIB, para peserta sedang rehat makan siang.
(asy/nrl)











































