"PD ini sekarang, ibaratnya seperti wanita cantik yang diperlukan semua parpol untuk menjalin koalisi. Kita ini menjadi partai terbesar nomor 2 masih terbuka peluang untuk koalisi dengan PD. Menurut saya pribadi, karena suara kita tidak cukup, kita membuka diri untuk berkoalisi, kita lihat proposalnya bagaimana, kita tidak menawar-nawarkan diri. Itu satu opsi yang cukup bagus," kata Siswono kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).
Menurut mantan cawapres Amien Rais dalam pemilu 2004 ini, dalam membangun koalisi tidak seharusnya yang dibicarakan hanya masalah capres-cawapres. Pembicaraan masalah platform dan program partai untuk meningkatkan kesejahteraan jauh lebih penting agar koalisi itu tidak dangkal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siswono menambahkan masalah chemistri memang menjadi bagian tak terpisahkan bagi seorang capres dalam menentukan cawapresnya. Karena itu Golkar harus memahami hal ini agar dalam menentukan figur yang akan didorong dalam pilpres mendatang benar-benar layak dipilih masyarakat.
"Capres dan cawapres mesti bagus agar terbentuk tim work yang baik. Tidak mungkin kalau satu pihak merasa tidak nyaman. Jujur harus kita akui, survei memberi nilai bagi SBY masih sangat tinggi. Peluangnya untuk menang pilpres sangat besar," paparnya.
Menurut Siswono, era politik ekonomi internasional ke depan akan cenderung menjadi miliknya Asia. Hal ini disebabkan kawasan Eropa dan Amerika sudah runtuh akibat krisis global. Sementara Asia justru menunjukkan kemampuannya untuk bangkit.
"Ke depan, ini era Asia, Amerika, Eropa sudah krisis, tapi Asia justru tumbuhnya ekonominya. Negara -negara yang punya peluang emas itu, ya negara yang kuat seperti Cina dan Singapura. Kalau Indonesia ingin mengambil bagian, amatlah penting Indonesia itu pemerintahannya kuat, jangan yang rapuh. Jadi koalisi Golkar, PD, PKS, PKB dan PAN itu sangat bagus untuk pemerintahan yang kuat ini," pungkas Siswono.
(yid/djo)











































