"Kemungkinannya bisa saja memperkuat,Β bisa menyempurnakan, dan bisa saja mengubah. Sangat mungkin terjadi tergantung keinginan peserta di forum itu," kata anggota dewan penasihat Partai Golkar Siswono Yudohusodo kepada detikcom, Rabu (22/4/2009).
Menurut Menteri Pertanian era Soeharto ini, dinamika yang terjadi di internal sangat tinggi. Namun demikian, jika sudah menjadi keputusan partai, semua kader akan taat dan tidak akan membuat tandingan sebagaimana yang terjadi pada parpol lain.
Β
"Golkar itu partai yang sangat demokratis. Ada yang pendapatnya dari ekstrem kanan sampai kiri. Kasus turunnya suara Golkar, ada yang ingin munaslub, ada yang maju capres, macam-macam. Tapi kalau sudah diputuskan, semua akan terima dan taat," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hargai keputusan itu. Barangkali itu salah satu pilihan opsi akibat tidak ada titik temu karena komunikasi tidak mufakat," paparnya.
Saat ditanya mengenai prediksi Rapimnassus besok, Siswono mengaku masih sulit membaca peta. Sebab, selain banyak yang memiliki pandangan berbeda di DPP dan DPD, DPP Golkar untuk sebulan terakhir juga membuat keputusan yang berbeda.
"Sulit sekali dibaca karena dalam satu bulan terakhir ini saja sudah 3 keputusan yang berubah-ubah. Yaitu menjelang pemilu ada keputusan mencalonkan Pak JK jadi capres, selesai pemilu mengusulkan Pak JK jadi cawapres, sekarang menyatakan cerai dengan Partai Demokrat. Pasti besok dinamikanya tinggi," pungkas Siswono. (yid/nrl)











































