Tunggu Kebulatan Suara Golkar, Pertemuan JK-Mega Ditunda

Tunggu Kebulatan Suara Golkar, Pertemuan JK-Mega Ditunda

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2009 16:18 WIB
Tunggu Kebulatan Suara Golkar, Pertemuan JK-Mega Ditunda
Jakarta - Pertemuan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) akan dilaksanakan Kamis (23/4/2009) malam. Pertemuan tersebut mundur satu hari karena DPP Golkar masih menunggu hasil keputusan Rampimnas Khusus partai tersebut.

"Pertemuan antara Mega-JK dipastikan besok di rumah JK," jelas sumber detikcom di internal Golkar.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Golkar yang direncanakan hadir adalah JK, Surya Paloh, Muladi, dan Sekjen Golkar Soemarsono. Sementara dari kubu PDIP, Megawati akan ditemani Taufiq Kiemas, Tjahjo Kumolo, dan Pramono Anung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber tersebut mengatakan, dalam pertemuan dua tokoh tersebut belum membahas soal capres atau cawapres melainkan soal koalisi partai." Yang akan dibahas nanti intinya soal koalisi antara Golkar dan PDIP, serta Gerindra dan Hanura. Belum masalah capres atau cawapres," ujarnya.

Kepastian pertemuan tersebut juga dikatakan anggota Bapilu DPP PDIP Budi Mulyawan. Menurutnya, pertemuan yang sejatinya dilaksanakan malam ini ditunda besok lantaran PDIP masih menunggu kebulatan suara Golkar di Rapimnassus.

"Kita masih menunggu hasil Rapimnas Golkar. Supaya koalisi yang dibangun benar-benar solid," kata Mulyawan saat dihubungi detikcom.

PDIP, imbuh Mulyawan, harus ekstra hati-hati dalam menjalin koalisi dengan Golkar maupun JK. Soalnya, JK yang sebelumnya sempat teken koalisi dengan Mega sebelum hari pencontrengan, tiba-tiba berubah pikiran dengan merapat ke SBY begitu tahu suara Golkar kalah dari PD.

"PDIP memang harus hati-hati dengan manuver-manuver yang dilakukan Golkar," ungkapnya.

Mulyawan juga memprediksi, pertemuan Mega dengan belasan jenderal di Teuku Umar hari ini, Rabu (22/4/2009), untuk membahas rencana koalisi tersebut.

Para jenderal tersebut, kata Mulyawan, berupaya mengingatkan Mega agar hati-hati bila ingin menjalin koalisi dengan Golkar.

Sementara informasi yang diperoleh detikcom di internal PDIP, belasan jenderal yang hadir di rumah Mega merupakan para pendukung duet Mega-Prabowo.

Mereka dikabarkan kurang sreg dengan rencanan masuknya Golkar ke poros Teuku Umar, yang merupakan gabungan PDIP, Gerindra, dan Hanura. Soalnya peta koalisi yang sudah terbangun bisa berubah seketika.

(iy/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads