"Kita open. Tapi kalau saya sih proses seperti itu akan baik kalau misalnya seusai pilpres ya. Ini kan prosesnya masih panjang, tidak hanya pileg tapi juga pilpres. Barulah setelah itu KPK, BPK, bisa masuk," ujar anggota KPU yang juga koodinator tabulasi pemilu, Abdul Aziz, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2009).
Menurut Aziz, proses tender yang dilakukan Setjen KPU dalam rangka pengadaan perangkat IT sudah sesuai dengan prosedur. Mengenai keterlambatan proses hitung di tabulasi, Aziz menyebut ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk jumlah total anggaran TI, Aziz tidak menyebut sejumlah angka secara pasti. Namun yang jelas tidak mencapai Rp 100 juta, sudah termasuk pengadaan scanner dan ICR di kabupaten/kota. "Sekitar Rp 40 miliar. Tapi saya mau katakan bahwa pengadaan oleh teman-teman sekretariat melalui lelang," tandas Aziz.
(sho/nrl)










































