Pendapat ini disampaikan Marwah Daud dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (21/4/2009). "Alternatif pertama, memberikan dukungan penuh kepada Bapak Jusuf Kalla sebagai Wapres dan Ketua Umum Golkar, sebagai satu-satunya cawapres yang diusulkan Partai Golkar kepada SBY dan Partai Demokrat serta mitra koalisi pada Pemilu 2009," tegas Marwah.
Alternatif ini, menurut Marwah, mengingat keberhasilan pemerintah saat ini merupakan hasil kerja pasangan SBY-JK. Dialog dan rembug koalisi Partai Demokrat dan Partai Golkar serta partai mitra koalisi lainnya hendaknya dilakukan di level yang setara, dengan mengutamakan kesamaan visi, platform, program, dan mekanisme kerja yang sepenuhnya diarahkan untuk mewujudkan keadilan (antarwilayah, aktarsektor dan antarstruktur) dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana bila Demokrat menolak JK dan tidak mau berkoalisi sampai batas waktu yang ditentukan, maka Partai Golkar harus tampil memimpin pembentukan koalisi baru. Bila keputusan ini yang diambil, maka perlu proses penetapan capres/cawapres di internal Partai Golkar secara terbuka, demokratis, dan meritokratis.
"Jika alternatif kedua menjadi pilihan, maka dengan menjunjung tinggi proses demokrasi internal Partai Golkar, dan untuk keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, maka saya, Marwah Daud Ibrahim, baik sebagai anggota partai GOLKAR, representasi keterwakilan perempuan maupun sebagai Capres Dewan Integritas Bangsa, menyatakan siap berkompetisi dengan Bapak Ir. Akbar Tandjung dan Bapak Sultan Hamengku Buwono X serta calon lainnya dalam pemilihan Capres/Cawapres Partai Golkar," tegas Marwah.
(asy/asy)










































