Hal itu disampaikan Ketua Dewan Penasehat DPD Golkar Riau, Thamrin Nasution, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/04/2009) di Pekanbaru. Menurutnya, saat ini mesin organisasi Golkar tidak berjalan lagi. Padahal sesuai dengan kesepakatan pimpinan Golkar, soal siapa capres dan cawapres harus ditanyakan kepada rakyat.
"Sekarang mana janji DPP dan DPD Golkar se Indonesia akan bertanya kepada rakyat lewat survei itu? Sampai sekarang Golkar itu tidak melakukan apa-apa untuk bertanya pada rakyat siapa kader Golkar yang akan dijagokan itu," kata kader senior Golkar di Riau ini..
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah begini, mesin politik Golkar macet. Padahal satu sisi, partai politik lainnya sudah dapat menentukan sikapnya kepada siapa akan berkoalisi. Kalau Golkar, masih disibukan urusan siapa yang mau menjadi Capres dan Cawapres. Dan yang sibuk itu hanya elit politiknya saja," kata Ketua Soksi Riau itu.
Baginya, kepentingan pribadi para elit Golkar baik di tingkat DPP dan DPD Golkar, dengan sendirinya membuat Golkar saat ini pada posisi tawar politik yang sangat rendah kepada partai politik apapun.
"Karena semua ini gara-gara elit politiknya Golkar, yang satu menjagokan Ketua Umumnya, yang satu lagi menjagokan mantan ketua umumnya. Mereka lupa ngurusi organisasi. Ini yang akan membuat mesin politik Golkar juga akan mati dalam menghadapi Pilpres nanti," kata Thamrin Nasution sesepuh Golkar Riau yang cukup disegani ini.
(cha/djo)










































