Demikian diungkapkan salah satu anggota tim 9 Partai Demokrat (PD) yang ditugasi menggodok cawapres SBY, Ruhut Sitompul di pertemuan alumni KNPI di Cafe TGIF, Taman Ria Senayan, Jakarta, Selasa(21/4/2009).
Bahkan salah satu ketua DPP PD ini mengaku terang-terangan mendukung Akbar Tanjung bersanding dengan SBY di Pilpres nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut menambahkan, jika merujuk pada kriteria cawapres SBY yang sudah diumumkan di Cikeas, sosok Akbar adalah yang mendekati kriteria SBY itu. "Akbar beda-beda tipis dengan SBY. Negarawan, jujur dan santun," imbuhnya.
Karena alasan itulah Ruhut mendukung agar Rapimnassus Golkar pada 23 April nanti tidak menyodorkan nama tunggal sebagai cawapres SBY. Sebab, kata Ruhut, pengajuan nama tunggal oleh Golkar dikhawatirkan akan mengarahkan pada nama Jusuf Kalla (JK) seorang sebagai cawapres dan akan menutup peluang Akbar menjadi cawapres SBY.
"Kita mohon tanggal 23 Golkar ajukan beberapa nama dan jangan nama tunggal karena itu akan mem-fait acompli," ungkap mantan politisi Golkar yang menyeberang ke PD ini.
Diakui Ruhut, kini banyak nama yang disodorkan ke tim 9 untuk diajukan sebagai cawapres. "Semua partai, PPP, PAN dan PKS sedang menggodok," katanya menambahkan.
Namun keputusan tetap di tangan SBY seorang. "Itu hak prerogratif dia," tandasnya.
(Rez/ken)











































