"Awalnya masuk ke pencegahan dulu untuk melakukan pengumpulan data dan evaluasi terhadap pengadaan IT KPU," kata Ketua KPK Antasari Azhar di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
Menurut Antasari, upaya penyelidikan ini sebagai rasa kepedulian KPK terhadap proses yang ada.
"Sekarang saya sudah menegaskan kepada jajaran pencegahan yang dikoordinasikan oleh Pak Haryono (Wakil Ketua KPK Haryono Umar)," tambah Antasari.
Antasari menjelaskan alasan mengapa pengadaan IT menjadi sasaran awal. "Pengamatan kami, dari hasil yang disampaikan di media elektronik, sampai hari ini seperti itu, ya wajar kami (menyelidiki)," tambahnya.
Antasari menuturkan, dahulu memang seluruh rekanan KPU akan didata dan dilihat kredibilitasnya.
"Kami akan membuktikan kredibilitas itu, kenapa kok ada yang seperti sekarang. Kok belum selesai, ada yang ICR dari 0-9, SDM belum siap, wajar kami melakukan. Syukur-syukur tidak ada indikasi ke ranah korupsi," terangnya.
Dan bila ada indikasi korupsi, maka wajib bagi KPK untuk melakukan tindak lanjut. "Sekarang baru pengumpulan data, jadi jangan heran kalau lihat nanti KPK ada di sana," tutupnya.
(ndr/nrl)











































