Golkar Bantah JK Ditolak SBY

Golkar Bantah JK Ditolak SBY

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2009 15:54 WIB
Golkar Bantah JK Ditolak SBY
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo membantah jika ketua umumnya Jusuf Kalla ditolak SBY sebagai cawapres. Sampai saat ini belum ada informasi soal itu.

"Tidak benar itu," kata Firman kepada detikcom singkat, Selasa (21/4/2009).

Menurut Firman, Partai Golkar saat ini sedang melakukan pembahasan intensif soal koalisi yang akan diputuskan dalam Rapimnassus 23 April mendatang. Soal siapa yang akan diusung akan ditetapkan dalam rapat penting itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masih membahas soal koalisi dan persiapan Rapimnas. Semua keputusannya akan clear dalam Rapimnassus," paparnya.

Sebelumnya diberitakan capres dari Partai Demokrat (PD) SBY sudah tidak sreg lagi dengan JK, yang telah bersama di Kabinet Indonesia Bersatu lima tahun terakhir. Sumber detikcom mengatakan, kepastian cerai SBY-JK terjadi pada Senin (20/04/2009) pukul 16.00

WIB di suatu tempat di Jakarta. Dalam pertemuan rahasia yang dihadiri SBY dan dua elit partai masing-masing, JK bertanya kepada SBY tentang kriteria cawapres yang telah diumumkan.

"Kira-kira yang sesuai dengan kriteria yang bapak umumkan, siapa orangnya?" tanya JK dalam pertemuan tersebut. Pertanyaan itu kemudian dijawab SBY," Untuk saat ini belum ketemu orangnya".

JK kemudian berusaha memastikan kembali ke SBY soal cawapres yang akan
dipinangnya. "Jadi nasib saya sendiri bagaimana?" tanya JK lagi. "Yang pasti bukan Pak JK," begitu kata SBY seperti ditirukan sumber detikcom. Kabar retaknya hubungan yang sempat disebut sebagai Dwi Tunggal Baru ini diperkuat dengan

ketidakhadiran JK dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar Presiden SBY semakin menguatkan dugaan duet ini pecah kongsi. Memang ratas tidak selalu dihadiri Wapres, berbeda dengan rapat paripurna yang mengharuskan JK datang. Namun, karena ini membahas soal pengendalian harga sembako, agak janggal bila JK yang memang biasa mengurusi ekonomi itu tak datang.

Ratas digelar di Kantor Presiden sejak pukul 13.00 WIB, Selasa (21/4/2009). Antara lain hadir Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kabulog Mustafa Abubakar dan Ketua BPS Rusman Hariawan.

Sementara Wapres JK yang tidak menghadiri ratas justru menerima banyak tamu di kantornya. Sekitar pukul 11.00 WIB, JK menerima Gubernur Lemhannas Muladi dan Menkum HAM Andi Mattalatta. Keduanya adalah tokoh senior Golkar. Diduga pembicaraan JK dengan Muladi dan Andi Mattalatta terkait dengan peta koalisi yang terus berubah.

Setelah itu, JK juga menerima Tanri Abeng, Ketua DPD I Golkar Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Ketiganya juga bisa disebut sebagai tokoh Golkar. Nampak juga kerabat dan kolega JK, seperti Aksa Mahmud, yang juga wakil ketua MPR, Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, dan Sofyan Wanandi.

(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads