25 DPD II Golkar di Jateng Dukung Akbar Dampingi SBY

Jelang Rapimnassus

25 DPD II Golkar di Jateng Dukung Akbar Dampingi SBY

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2009 15:29 WIB
25 DPD II Golkar di Jateng Dukung Akbar Dampingi SBY
Solo - 25 Pimpinan DPD II di Jawa Tengah berkumpul di Solo. Mereka sepakat untuk mengusulkan nama tiga nama di luar Jusuf Kalla sebagai wapres untuk mendampingi SBY dalam Pilpres mendatang. Akbar Tandjung mendapat dukungan seluruh DPD II yang berkumpul.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Surakarta, Kusraharjo, mengatakan, 25 Ketua DPD II se Jateng bertemu di sebuah hotel di Solo Senin malam hingga selas dinihari tadi. Mereka berkumpul untuk menyikapi perkembangan politik terakhir pasca pemilu legilatif dan menjelang Rapimnassus pada 23 April mendatang.

"Pertemuan diprakarsai oleh Forum Golkar Surakarta yang diketuai Pak Agus Faturrahman, Ketua DPD II Golkar Sragen. Tapi pertemuan itu juga dilaporkan ke Ketua DPD I Jateng. Hasil pertemuan juga ditujukan kepada Ketua DPD I agar aspirasi kami disampaikan dalam Rapimnassus mendatang," ujar Kusraharjo. Selasa (21/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan itu menyikapi hasil pemilu legislatif, pilpres dan rencana koalisi, serta adanya lima syarat yang diajukan SBY untuk calon wapresnya. Memperhatikan hal itu, 25 Ketua DPD II di Jateng tersebut mengajukan tiga nama yaitu Akbar Tandjung, Fadel Muhammad dan Agung Laksono sebagai cawapres dari Golkar.

"Sebetulnya semua ketua DPD sepakat untuk mengajukan nama Pak Akbar Tandjung. Namun kami menghindari salah penafsiran politik jika hanya mengajukan satu nama. Akhirnya kami menambahkan dengan dua nama lagi. Yang jelas dalam pertemuan itu nama Pak Kalla tidak termasuk untuk diajukan," ujar Kus.

Ketika ditanya apakah tidak masukknya nama Kalla tersebut kerena para peserta pertemuan sudah mengetahui kabar bahwa Kalla telah ditolak oleh SBY pada Senin sore, Kusraharjo mengaku tidak mengetahui informasi tersebut.

"Kami tidak mengetahui informasi mutakhir itu (penolakan SBY terhadap Kalla). Sampai pertemuan ditutup dan menghasilkan kesepakatan ini, kami hanya mengajukan aspirasi-aspirasi konstuten di bawah. Dari penyerapan kami memang nama Pak Kalla tidak termasuk untuk diusulkan," ujar Kus.

(mbr/djo)


Berita Terkait