Memang, rapat terbatas yang digelar Presiden SBY tidak selalu dihadiri Wapres, berbeda dengan rapat paripurna yang mengharuskan JK datang. Namun, karena ini membahas soal pengendalian harga sembako, agak janggal bila JK yang memang biasa mengurusi ekonomi itu tak datang.
Ratas digelar di Kantor Presiden sejak pukul 13.00 WIB, Selasa (21/4/2009). Antara lain hadir Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kabulog Mustafa Abubakar dan Ketua BPS Rusman Hariawan. Hingga kini, ratas masih berlangsung.
Sedangkan Wapres JK menerima banyak tamu di kantornya. Sekitar pukul 11.00 WIB, JK menerima Gubernur Lemhannas Muladi dan Menkum HAM Andi Mattalatta. Keduanya adalah tokoh senior Golkar. Diduga pembicaraan JK dengan Muladi dan Andi Mattalatta terkait dengan peta koalisi yang terus berubah.
Setelah itu, JK juga menerima Tanri Abeng, Ketua DPD I Golkar Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Ketiganya juga bisa disebut sebagai tokoh Golkar.Nampak juga kerabat dan kolega JK, seperti Aksa Mahmud, yang juga wakil ketua MPR, Dubes RI untuk Rusia, Hamid Awaluddin, dan Sofyan Wanandi.
Hari ini SBY dan JK jadi sorotan. Sebab, menurut sumber, SBY telah memastikan tidak akan mengajak JK untuk berduet sebagai capres dan cawapres. Terhadap hal ini, baik SBY maupun JK belum berkomentar secara resmi.
(asy/nrl)











































