Demikian lontar mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung mengenai peluang Partai Golkar batal berkoalisi dengan PD lalu mengajukan kader terbaiknya sebagai penantang SBY di Pilpres 2009. Dia ditemui oleh wartawan di Akbar Tandjung Insitut, Pancoran, Jakarta, Selasa (21/4/2009).
"Golkar suaranya sekarang 15%, maka butuh 10% lagi untuk bisa mengajukan capres. Bisa dicari dari mana?" ujar Akbar yang menyatakan siap menjadi cawapres SBY ini.
Tambahan dukungan suara memang bisa dipenuhi bila Partai Golkar berkoalisi misalnya dengan PPP, PKS, PAN dan PKB. Tapi yang menjadi masalah parpol-parpol papan tengah itu cenderung memilih Partai Demokrat sebagai partner koalisi dengan SBY sebagai bakal capres mereka, meski belum ada putusan resmi.
Peluang lain bisa dengan menggandeng Partai Hanura dan Partai Gerindra. Hanya saja apakah dua parpol baru yang terbukti mampu masuk daftar 10 besar kontestan yang meraih suara dukungan tertinggi dalam Pemilu 2009 ini bersedia bergabung dengan Partai Golkar, masih menjadi pertanyaan besar.
"Membangun poros baru secara politis bisa, tapi prakteknya perlu usaha keras. Di dalam membentuk poros baru elektabilitas tokoh baru itu juga harus diperhitungkan," sambung mantan Ketum DPP Partai Golkar ini.
(lh/iy)











































