SBY Tolak JK, Golkar Gabung PDIP?

SBY Tolak JK, Golkar Gabung PDIP?

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2009 12:34 WIB
SBY Tolak JK, Golkar Gabung PDIP?
Jakarta - Isyarat capres Partai Demokrat SBY  menolak Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sebagai calon pendampingnya makin terlihat. JK pun mulai mementukan langkah. Kabarnya 2 pilihan yang akan diambil. Pertama menju sendiri sebagai capres atau bergabung dengan PDIP untuk bersama-sama melawan SBY.

Sumber detikcom menjelaskan bahwa telah terjadi pertemuan tertutup antara SBY-JK Senin (20/4/2009). Hasilnya memang belum diketahui pasti, tetapi kabar yang beredar SBY telah memutuskan bahwa calon pendampingnya bukan JK.

Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq yang semalam bertemu dengan elit Partai Demokrat. Menurut dia,  telah terjadi kesepakatan antara PD dan PKS bahwa calon pendamping SBY bukanlah ketua umum partai. Hal ini tentu saja menguatkan kepastian bahwa JK tidak akan bersama SBY lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber detikcom di internal Partai Golkar menceritakan bahwa langkah JK saat ini sedang dibahas serius. Hal ini terkait dengan harga diri JK sebagai ketua umum partai dan Golkar sebagai partai besar dan berpengalaman.

Sumber itu menjelaskan, ada dua kemungkinan langkah JK menyikapi sikap Partai Demokrat dan SBY tersebut. Pertama, JK akan kembali mengusung wacana koalisi Golden Triangle yang melibatkan PDIP dan PPP. Namun kabarnya dalam koalisi ini harus JK yang menjadi capresnya. Bagaimana dengan PDIP dan Mega, apakah mau?

Langkah JK kedua adalah mematangkan niatnya yang telah dideklarasikan sebelum pemilu legislatif sebagai seorang capres. JK akan maju sendiri melawan SBY dengan menggandeng sosok yang selama ini sudah sering disebut, yaitu Sutiyoso. Tapi, parpol apa yang akan diajak Golkar untuk berkoalisi, belumlah jelas.

Terkait dengan koalisi dengan PDIP, kabarnya JK sudah melakukan komunikasi awal dengan elit partai moncong putih ini setelah JK mendapatkan kepastian sikap tegas SBY. Dalam komunikasi itu, JK menginginkan format koalisi yang akan tetap mendorong dirinya sebagai capres.

"Kita inginnya pak JK yang menjadi capres, tetapi belum ada kesepakatan soal itu. Karena masih melihat perkembangan terakhir," papar sumber itu.

Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga yang dikonfirmasi detikcom soal penolakan SBY terhadap JK mengaku belum tahu.  "Saya belum mendengar," kata Theo singkat.

Akankah JK rela menanggalkan semua posisinya dengan legowo mundur sebagai capres atau cawapres dan memberikan kesempatan pada keder Golkar lainnya? Atau justru JK akan menggalang kekuatan karena harus mempertahankan harga diri seorang ketua umum partai besar dan senior?

(yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads