"PAN saya yang dirikan. Saya Ketua MPP. Itu omongan yang tidak betul. Ketua MPP itu punya hak mengundang kapan saja pimpinan partai dari jenjang terendah sampai tertinggi," kata Amien usai acara diskusi 'Silaturahmi Islam untuk Kebangkitan Indonesia' di Hotel Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2009).
Menurut Amien, yang dilakukan MPP bukanlah bentuk intervensi, melainkan pemberian nasihat. Sebagai tindak lanjut pertemuan itu, rencananya Amien akan bertemu dengan jajaran DPP setelah tanggal 27 April.
"Saya akan mendampingi, memberikan support, dan memberikan nasihat juga bagaimana arah putusan DPP itu," tegas guru besar Fisipol UGM ini.
Amien juga menampik jika dikatakan dukungannya ke SBY lantaran dirinya tidak mendukung capres dari kalangan perempuan. Menurutnya, pertimbangan yang dia gunakan adalah pertimbangan rasional.
"Karena dari perhitungan rasional kita hanya memilih partai yang peluang menangnya lebih besar. Kalau kita milih pasangan yang peluangnya kecil, nanti akan ada kemubaziran, ada pemborosan waktu, tenaga, dan mungkin sedikit biaya. Jadi menurut saya itu perhitungan rasional," tandasnya.
Namun meski saat ini SBY di atas angin, Amien tidak menutup mata bahwa perubahan mendadak mungkin saja terjadi. Menurut dia, politik ibarat cuaca. Perubahannya bisa datang secara mendadak dan tak terduga.
"Yang saya pahami tentang politik seperti cuaca. Pagi cerah, siang mendung, sore hujan deras. Begitu juga sebaliknya. Sekarang kondisinya seperti itu (SBY unggul), tapi bisa saja terbalik, Ibu Mega dan pasangannya yang punya peluang lebih besar," urai Amien. (sho/nwk)











































