Staf khusus Presiden SBY bidang Hukum, Denny Indrayana mengatakan, capres dari teknokrat mungkin lebih adil. Karena pembagian kekuasaan bagi parpol yang berkoalisi hanya pada kursi kabinet saja.
"Cawapres teknokrat mungkin lebih adil. Karena akhirnya pembagian kekuasaan bagi semua parpol koalisi dilakukan hanya pada kursi kabinet," ujar Denny dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Senin (20/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny menjelaskan, kriteria cawapres yang diajukan SBY yakni memiliki integritas, kapasitas, akseptabilitas, loyalitas dan menguatkan koalisi. "Semuanya mengacu pada pengalaman di samping acuan dasar bernegara. Siapa pun wapresnya, meskipun dipilih bersama satu pasang dengan presiden, bukanlah co-chair kepresidenan," papar dosen hukum tata negara Fakultas Hukum UGM tersebut.
Dia menambahkan, cawapres yang nantinya akan mendampingi SBY tidak harus dari parpol. Terlebih, perolehan Partai Demokrat yang sementara ini di atas 20 persen memungkinkan SBY mengusung sendiri cawapresnya.
(anw/iy)











































