"Beberapa daerah luar biasa, banyak caleg stres, mulai nggak berkomunikasi, telepon orang ditolak," tutur Koordinator Kelompok Kerja Keterwakilan Perempuan Kemitraan, Masruchah.
Hal ini disampaikan Ruchah dalam sebuah konferensi pers yang digelar Kemitraan di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ini korban politik, diharapkan pemerintah merespons dengan membentuk trauma healing untuk caleg stres," ujar Ruchah.
Pandangan sama juga diungkapkan anggota KPU, Endang Sulastri, yang duduk tepat di samping kanan Ruchah. Menurut Endang, banyak caleg perempuan yang stres karena bebannya memang lebih berat.
"Calon perempuan dipaksa bersaing bebas, di satu sisi pendanaan terbatas sehingga perempuan agak tersingkir," ujar Endang.
"Oleh karena itu bisa bentuk yang disebut trauma healing perlu menjadi perhatian kita semua," pungkas Endang.
(van/nrl)











































