"Tadi kita sudah terbuka, dalam artian tidak memperuncing masalah. Tetapi, untuk menyelesaikan masalah. Alhamdulillah, baik saya maupun Pak Bachtiar semua mendengarkan," kata SDA di sela-sela rehat Rapat Pleno DPP PPP di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2009).
Menurut dia, perseteruan itu hanya kesalahpahaman. "Oleh karena itu, saat ini Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar dan Majelis Syariah memberikan fatwa dan tausiyah kepada kita semua agar saya dan Bachtiar bersatu dan melupakan yang lalu. Kemudian, ke depan bagaimana menyelesaikan masalah partai," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesi kedua, lanjut dia, menyampaikan aspirasi-aspirasi dari pengurus harian majelis-majelis, juga departemen-departemen. "Sekarang giliran departemen yang diberi kesempatan. Bagaimana DPP ke depan lebih baik lagi," kata SDA.
Dalam kesempatan yang sama, Bachtiar mengatakan, PPP sedang mencari titik temu. Titik temu itu untuk kebaikan partai dan untuk kebesaran partai yang selama ini terjadi misinformasi.
Untuk manajemen, kata dia, akan diperbaiki. "Pertemuan ini juga untuk silaturahmi. Semua petinggi partai menginginkan partai ini lebih baik dan Insya Allah saya kira pukul 17.00 WIB atau pukul 20.00 WIB akan ada keterangan resmi.
Apa ada intervensi dari pihak luar? "Kita tanya saja nanti ke Kapolri atau wakilnya,' sahut Bachtiar. "Nggak ada-nggak ada. Kita tahu itu," timpal SDA.
(aan/iy)











































