(KPK) diminta menyelidiki proses tender pusat tabulasi nasional Pemilu 2009 yang tidak memenuhi target hingga hari ini ditutup.
"Bawaslu harus melakukan penyelidikan mengenai kontraknya, mengapa memilih BPPT, karena gagal memenuhi target," kata pengawas pemilu, Ray Rangkuti, kepada detikcom, Senin (20/4/2009).
Menurut Ray, koordinasi antara Bawaslu dengan KPK penting untuk memastikan detail penggunaan uang negara dalam jumlah besar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
besar," tutur Direktur Utama Lingkar Madani Indonesia (LIMA) ini.
Ray menambahkan, KPU tidak bertanggungjawab sepenuhnya dalam tabulasi
nasional pemilu yang akhirnya gagal memenuhi target. "Saya pikir ini logika terbalik KPU, target diturunkan terus sampai 20% pun tidak dapat. KPU menggunakan uang negara namun tidak jelas hasilnya seperti ini," pungkasnya.
(van/aan)











































