Hal tersebut disampaikan salah satu deklarator PAN, Bara Hasibuan, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (19/4/2009).
"Sebagai founding father utama partai itu, dengan mengumpulkan para pengurus DPW sangat tepat dan menggambarkan tanggung jawab yang besar dari Amien Rais atas masa depan PAN," kata Bara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bara menilai, saat ini ada tanda-tanda bahwa pilihan politik PAN hanya didasarkan pada pertimbangan pragmatisme dan kepentingan jangka pendek yang mengorbankan prinsip-prinsip reformasi.
"Jika PAN memutuskan bergabung dengan koalisi pimpinan tokoh yang justru dulu merepresentasikan hal-hal yang salah, yang kemudian dilawan oleh gerakan reformasi, maka hal itu merupakan sesuatu yang sangat ironis dan menyalahi cita-cita awal dari kelahiran PAN," ungkap Bara.
Jadi, sambung Bara, pilihan politik PAN sekarang ini seharusnya bukan hanya berdasarkan kalkulasi siapa di antara kemungkinan kandidat presiden yang paling punya peluang menang. Tapi pilihan itu harus berdasarkan bagaimana reformasi dan konsolidasi demokrasi dapat dilanjutkan 5 tahun ke depan.
"Dan itu hanya dapat dilakukan kalau pemimpin Indonesia 5 tahun ke depan itu mempunyai record dan komitmen yang jelas soal reformasi dan demokrasi," tukas Bara.
(djo/nrl)










































