"Saya percaya pada aturan hukum. Rakyat kita jangan dipandang under estimate. Salah besar kalau menganggap rakyat tidak tahu dan mudah dihasut begitu saja. Rakyat semakin arif dan dewasa dalam berdemokrasi," ujar SBY.
SBY menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan wartawan tentang kemungkinan kisruh pemilu yang berujung revolusi, dalam jumpa pers di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tahun 1966 memang ada prakondisi yang menyebabkan negara ini harus berubah besar-besar. Lalu pada 1998-1999 ada revolusi damai itu kehendak rakyat. Nggak bisa muncul revolusi karena kehendak elit atau sebagian orang. Saya nggak terlalu tertarik bicara revolusi itu," papar SBY.
SBY pun mengajak untuk merawat pembangunan yang telah dilakukan sekian lama. "Kalau ada masalah diselesaikan dengan baik," ujarnya.
(nwk/iy)











































