"Demokrat naik 300%, logikanya pasti curang, bagaimana? Kalau ada yang bisa menunjukkan beserta buktinya, laporkan ke Bawaslu. Bagaimana itu kecurangan yang sistematis dilakukan oleh sebuah parpol?" ujar SBY dalam jumpa pers menyikapi berbagai wacana yang berkembang di kediaman pribadinya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/4/2009).
SBY mengaku menyimak dengan baik setiap penyelenggaraan pemilu yang berlangsung di Indonesia. Menurutnya sepanjang pemilu tersebut dilakukan secara fair maka hasil yang diraih bisa turun naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenatar PDIP, juga mengalami kondisi naik-turun. Pada pemilu 1997 mendapat suara 3 persen, 1999 mendapat 33 persen. SBY pun menanyakan, apakah ini dianggap terjadi kecurangan. "Ya tidak curang karena memang kala itu Ibu Mega memang populer. Kalau pada 2009 hasilnya turun ya mungkin memang segitu rakyat yang memilih," beber SBY.
Partai Demokrat, kata SBY, pada pemilu 2004 suaranya di bawah Partai Golkar dan PDIP. Meski kala itu, aku SBY, setiap kali dirinya berkunjung ke daerah masa yang terkumpul sangat banyak. Maka jika suara Demokrat sekarang mencapai 20 persen karena rakyat ingin memilih Partai Demokrat.
Meski demikian SBY tidak dapat memprediksi bagaimana suara PD pada pemilu lima tahun yang akan datang. "Lima tahun lagi mungkin tidak, jadi bisa naik dan turun hasilnya," pungkas kakek dari Almira Tunggadewi ini.
(ddt/iy)











































