"Nampaknya kali ini SBY ingin menggandeng tokoh Indonesia bagian barat. Kalau dari partai besar seperti Golkar, ada nama Akbar Tandjung, Surya Paloh, Kalau nonparpol ada nama Irman Gusman dan Chairul Tandjung," kata pengamat politik Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Minggu (19/4/2009).
Sosok Irman dan tokoh dari wilayah Sumatera ini muncul karena lingkungan Istana menginginkan adanya pendamping yang merepresentasikan luar Jawa. Irman yang berasal dari Sumatera Barat ini pun dianggap dapat mewakilinya. Apalagi pasca Moh Hatta, tidak ada lagi tokoh dari Sumbar yang duduk di posisi RI-1 atau RI-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Irman juga dinilai mampu mewakili kelompok muda yang memiliki latar belakang pengetahuan ekonomi dan bisnis yang memadai. Pengetahuan dan pengalaman Irman di dunia politik juga menjadi pertimbangan tersendiri. Pengalaman Irman yang pernah menjadi ketua Fraksi Utusan Daerah pada pereode 1999-2004 dan wakil ketua DPD RI pereode 2004-2009 ini dinilai menjadi nilai tambah sosoknya jika nantinya dipilih SBY sebagai cawapres.
Menurut Qodari, calon anggota DPD terpilih Sumbar pereode 2009-2014 ini dinilai memiliki keluasan dalam bergaul. Dengan posisinya yang menjadi wakil ketua DPD ini, Irman beberapa kali menjadi utusan SBY dalam beberapa pertemuan internasional. Selain itu Irman juga pernah menjadi utusan SBY untuk menjadi pemimpin dalam pertemuan Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) dan World Islamic Economic Forum (WIEF).
Keberhasilan inilah tentu saja memiliki kesan mendalam bagi SBY terhadap sosok Irman. Karena itu, dalam beberapa kali pertemuan internasional, Irman pun diajak ikut serta mewakil RI bersama SBY menghadiri pertemuan itu. Misalnya Irman diminta memimpin delegai ke Timur Tengah dan beberapa negara lainnya.
(yid/nwk)











































