"Mestinya Pak Amien sudah tidak usah lagi ikut cawe-cawe soal PAN. Serahkanlah kepada Soetrisno Bachir (SB). Kalau memang ada masukan, ya sampaikan dalam rapat resmi DPP, jangan menggalang kekuatan sendiri seperti ini," kata pengamat politik Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Minggu (19/4/2009).
Menurut Qodari, Amien selama ini sudah dikenal luas sebagai pelopor regenerasi politik karena rela menyerahkan kepemimpinan PAN kepada anak muda di saat para pendiri parpol lainnya masih tidak rela melakukan langkah itu. Namun dengan langkahnya sekarang, publik akan berfikir Amien masih bernafsu dengan kekuasaan dan ingin mengambil alih kembali PAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qodari melihat langkah Amien bersama kelompoknya ini sebagai terobosan akibat perbedaan sikap politik dalam menentukan koalisi pilpres mendatang. Akibatnya, baik Amien maupun SB merasa perlu menunjukkan kekuatannya masing-masing sebagai bahan pertimbangan koalisi.
"Kalau melihat kejadian sebelumnya, Pak Amien punya pandangan politik yang berbeda dengan SB dan DPP soal koalisi pilpres. Karena itu wajar saja jika ada kontestasi antara mereka," paparnya.
Sebanyak 28 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) berkumpul di rumah Ketua Majelis Pertimbangan Partai Dewan Pimpinan Pusat PAN Amien Rais. Dalam pertemuan itu Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir (SB) dan jajaran pengurus DPP pro SB tidak tampak hadir.
Selain DPW hadir juga fungsionaris PAN, Hatta Rajasa, AM Fatwa, Abdillah Toha, Dradjat Wibowo dan Yahya Muhaimin. Pertemuan DPW tersebut digelar di Rumah Joglo Amien Rais, Pandean Sari, Condong Catur,Sleman, mulai pukul 10.00 WIB, Minggu (19/4/2009).
Amien sebenarnya mengundang 33 DPW untuk hadir dalam pertemuan yang rencananya untuk mencermati perhitungan suara Pemilu Legislatif. Namun sebanyak 5 DPW tidak hadir dengan alasan karena kesibukan perhitungan suara.
(yid/iy)











































