"Pilpres masih ada cukup waktu untuk menyiapkan itu lebih baik dan sederhana," kata Direktur Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/4/2009).
Menurut Jeirry, untuk pilpres mendatang penghitungan suara akan jauh lebih mudah, karena yang dipilih hanya beberapa pasangan capres-cawapres saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeirry mengatakan, pihaknya menangkap kesan kesepakatan tender untuk tabulasi pileg sangat terburu-buru. Persiapannya juga terlalu pendek dan seolah cuma mengejar proyek. Alhasil data perolehan suara yang disajikan cukup lamban dan KPU dinilai gagal memberikan informasi yang up to date.
Dia memperkirakan, real count yang tinggal dua hari ini tidak akan memenuhi target 80 persen suara sah yang bisa dihitung KPU.
"Meski demikian, KPU masih punya waktu banyak menyiapkan tabulasi yang lebih baik untuk pilpres. Jadi sangat disayangkan kalau real count nanti dihilangkan," pungkasnya.
(irw/irw)











































