Menkominfo : Pemilu 2004 Juga Banyak Kesalahan

Menkominfo : Pemilu 2004 Juga Banyak Kesalahan

- detikNews
Sabtu, 18 Apr 2009 13:23 WIB
Menkominfo : Pemilu 2004 Juga Banyak Kesalahan
Surabaya - Bagi Menkominfo M Nuh, persoalan daftar pemilih tetap (DPT) tidak hanya terjadi pada Pemilu Legislatif 2009. Masalah serupa juga pernah muncul saat Pemilu 2004. Jumlahnya pun banyak.

"Tahun 2004 jangan dikira tidak ada persoalan DPT. Saya sudah mengumpulin pemberitaan tahun 2004," kata M Nuh dalam acara jumpa pers di ruang
Sulawesi, Hotel Shangri-La, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Sabtu (18/4/2009).

Dikatakan dia, ditemukan sebanyak 24.000 pelanggaran pada Pemilu 2004. Parpol atau masyarakat juga ada yang memprotes. Bahkan, ada tokoh saat itu yang mengatakan jika Pemilu 2004 penuh dengan persoalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa peserta pemilu, kata pria kelahiran Surabaya ini, menolak
menandatangani hasil akhir penghitungan suara. Dia menyebutkan seperti PKB dan PKS.

"Itu menunjukkan bahwa dinamika di dalam pemilu. Ada yang tidak puas dan itu
wajar. Karena di dalam pertandingan selalu ada yang kalah dan yang menang. Yang menang kebahagiannya di atas penderitaan orang lain," ujarnya.

Mantan Rektor ITS ini mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak orang, wajara jika muncul persoalan. Namun, semua pelanggaran akan diproses sesuai aturan yang ada.

"Persis sebuah pertandingan misalnya, jika ada yang nakal itu diberi kartu kuning atau tendangan bebas. tapi kalau ada yang nakal lagi diberi kartu merah.
Kalau ada yang minta murni tidak ada pelanggaran saya kira, pertandingan sepak bola manapun itu selalu saja ada pelanggaran," papar dia.

Nuh mengatakan pemilu tahun ini berbeda dengan tahun 2004. Sebab pemerintah tidak mempunyai peran sesuai dengan amanat UU RI No 10 tahun 2008 tentang Pemilu. Selain itu, jumlah parpol peserta pemilu itu sangat banyak dan tata cara pelaksanaan pemilu pun juga berbeda. "Ini bukan pembelaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Nuh menambahkan, proses DPT untuk Pilpres mendatang harus sudah selesai sebelum pelaksanaan. Waktu diberikan untuk update data hingga 10 Mei 2009. Dia meminta semua masyarakat dan juga parpol peserta pemilu untuk aktif melakukan update data.

"Sebenarnya kesalahan kemarin itu semuanya punya kontribusi kesalahan. Yang satu sudah diumumkan tidak dikoreksi dan yang satu lagi tidak tahu," pungkasnya.

(wln/aan)


Berita Terkait