KPU: Pelatihan Tabulasi ke Petugas di Daerah Tak Maksimal

Tabulasi Lambat

KPU: Pelatihan Tabulasi ke Petugas di Daerah Tak Maksimal

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2009 17:28 WIB
 KPU: Pelatihan Tabulasi ke Petugas di Daerah Tak Maksimal
Jakarta - Salah satu kendala yang menghambat tabulasi Pemilu 2009 adalah lemahnya sumber daya manusia (SDM) di daerah. KPU mengakui sosialisasi dan pelatihan menyangkut penggunaan teknologi ini memang tidak maksimal sehingga para petugas di daerah mengalami kesulitan.

“Saya kira kalau dibilang (sosialisasi) tidak maksimal, saya perlu sampaikan memang tidak maksimal,” ujar anggota KPU Abdul Aziz di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2009).

Menurut Aziz, pelatihan untuk para operator di KPUD kabupaten/kota hanya dilakukan 2 kali. Itupun dilakukan secara tidak merata. “Karena yang datang (petugasnya) berbeda-beda,” ungkap Aziz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketidakmaksimalan itu, imbuh Aziz, diakibatkan oleh proses penyiapan infrastruktur yang cukup panjang. Di satu sisi, anggaran yang dibutuhkan baru cair menjelang akhir Januari. Padahal proses lelang untuk pengadaan barang memakan waktu lama. Sementara di sisi lain, sosialisasi baru bisa dilakukan setelah penyiapan infrastrukturnya selesai.

Dan penyiapan infrastruktur ini juga tidak bisa serta merta dilakukan secara serentak. “Proses-proses pelelangan kan tidak bisa begitu saja sementara kita belum memiliki konfidensi jaringan itu bisa dioperasikan dan sebagainya. Kita nggak ingin spekulasi. Begitu proses ini oke baru yang lain disiapkan,” tutur Aziz.

Akibat kurangnya sosialisasi ini, banyak petugas di daerah yang tidak memahami betul teknis penyelenggaraan entry data untuk dikirimkan ke pusat. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor utama penghambat tabulasi.

“Kita sebenarnya sudah mengantisipasi proses ini dengan harapan teman-teman di daerah tidak 'bodoh-bodoh' amat lah dengan proses-proses itu. Apalagi dengan menggunakan C1-IT yang lebih mudah dikenali. Tapi ternyata realitas di lapangan semacam itu,” terang Aziz.

Untuk mengantisipasi kendala SDM ini, KPU mengadakan helpdesk yang setiap saat siap membantu jika operator di daerah mengalam kesulitan. Selain itu KPUD kabupaten/kota juga diminta mencari tambahan personel operator di daerah, termasuk mahasiswa STIEKOM dan lain-lain.

“Dari helpdesk, persoalan-persoalan teknis relatif bisa diatasi sepanjang mengikuti guidance yang sudah ada. Masalahnya teman-teman di daerah ada kegiatan-kegiatan lain. Sekarang kan pekerjaan menumpuk di kabupaten/kota dan kecamatan. Beban kerja mereka jadi sangat besar,” tutup Aziz.

(sho/yid)


Berita Terkait