Cepat Berpindah-pindah, WNI Tak Bisa Nyontreng

Cepat Berpindah-pindah, WNI Tak Bisa Nyontreng

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2009 17:10 WIB
Cepat Berpindah-pindah, WNI Tak Bisa Nyontreng
Jakarta - Cepatnya perpindahan WNI di luar negeri membuat Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) mengalami kendala saat menjaring para pemilih di luar negeri untuk mencontreng pada Pemilihan Legislatif beberapa waktu lalu.

"Kita harus memahami perpindahan warga di luar negeri sangat cepat, jadi itu mungkin jadi kendala kenapa tidak bisa terjaring semua," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (17/04/2009).

Selain itu, menurut Faiza, banyaknya warga negara Indonesia yang tidak melapor kedatangannya di luar negeri juga menjadi salah satu kendala kenapa banyak pemilih Indonesia di luar negeri tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada 9 April lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi kalau tidak melapor,” imbuhnya

Padahal, ketentuan-ketentuan atau mekanisme sudah dijalankan sesuai dengan peraturan yang sudah ada dan tidak berbeda jauh dengan tata cara penjaringan pemilih di dalam negeri.

"Tidak banyak berbeda mekanismenya dengan di dalam negeri, PPLN menyusun estimasi pemilih berdasarkan data yang masuk, mulai dari verifikasi penetapan, kemudian menghasilkan data di luar negeri," jelasnya.

Kendati demikian, pihak pemerintah melalui Departemen Luar Negeri akan terus berkoordinasi dengan KPU dalam hal ini PPLN untuk mengakomodir para pemilih di luar negeri agar bisa mempunyai hak pilih pada pemilihan presiden nanti.

"Untuk legislatif tidak mungkin lagi, tapi kita akan terus mendata kembali mengenai proses lapor diri yang baru-baru datang akan diregistrasi untuk pilpres," kata Faiza.

Sementara itu, berdasarkan data di Deplu, jumlah pemilih WNI di luar negeri yang telah menggunakan hak pilihnya pada 9 April sudah berjumlah 19 ribu orang.

"19 ribu orang itu data yang sudah masuk, finalisasinya nanti pada tanggal 19 April atau 10 hari setelah pemilu berlangsung," pungkasnya.
(did/Rez)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait