Gerindra: Seharusnya SBY Minta Maaf, Bukan Menyalahkan

Kisruh DPT

Gerindra: Seharusnya SBY Minta Maaf, Bukan Menyalahkan

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2009 14:44 WIB
Gerindra: Seharusnya SBY Minta Maaf, Bukan Menyalahkan
Jakarta - Partai Gerindra mengecam pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kisruh daftar pemilih tetap (DPT). SBY seharusnya meminta maaf tentang pemilu yang cacat, daripada menyalahkan pihak-pihak yang mempersoalkan DPT.

"Presiden tidak bisa menyalahkan orang sebagai penghasut dan sebagainya. Ini fakta, DPT itu dicurangi secara sistematis dan struktural," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi di Media Center, Jl Prapanca Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2009).

Permadi menilai, seharusnya Presiden SBY legowo meminta maaf. Karena kesalahan ini bukan hanya kesalahan KPU, tetapi pemerintah dan Depdagri pun turut bersalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pidato itu tidak berbobot, itu menjatuhkan wibawa SBY. Pernyataan itu malah memberikan reaksi yang keras karena ada kata-kata penghasut," tambahnya.

Sementara menurut Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, SBY terlalu over reaktif. Pemerintah seharusnya bisa menerima masukan dari masyarakat tentang permasalahan pemilu. Gerindra pun siap memberikan fakta-fakta tentang permasalahan DPT jika diperlukan.

"Saya rasa sikap ini bukan prematur, karena ini merupakan sikap dari komponen bangsa. Presiden harus segera membenahi masalah ini, selidiki hal-hal yang tidak beres," jelasnya.

(ndr/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads