Ketua DPD Tk II Kota Pontianak, Gusti Ersan, mengatakan pelibatan DPD Tk II sangat penting. Hal ini didasarkan berbagai pertimbangan, salah satunya adalah DPD Tk II paling dekat dengan konstituen partai.
"Tapi selama ini kami tidak dilibatkan dengan baik. Ini salah satu sebab mengapa suara Partai Golkar anjlok. Jadi seharusnya DPP mengundang semua DPD II dalam Rapimnasus mendatang," kata Gusti kepada detikcom, Jumat (17/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan terus mendesakkan agar Rapimnassus mendatang DPD Tingkat II juga diundang sehingga Rapimnasus itu benar-benar berjalan demokratis, mampu menyerap aspirasi konstituen di bawah dan tidak sekadar menjadi alat legitimasi manuver sedikit elit partai yang pragmatis," ujar Kusraharjo, Selasa (14/4/2009).
Desakan agar DPD Tk II dilibatkan dalam Rapimnasus, juga disampaikan Sri Sultan Hemengku Buwono X. Anggota Dewan Penasihat partai berlambang pohon beringin tersebut menilai, pelibatan DPD Tk II sangat diperlukan.
"Saya sepakat jika dalam Rapimnasus mendatang DPD Golkar Tk II dilibatkan, bukan hanya DPD Tk II saja. Ini penting agar dukungan riil mengenai capres-cawapres dari Golkar muncul," ungkap Sultan.
Seperti diketahui, Rapimnasus Partai Golkar ini akan digelar pada 23 April mendatang. Forum ini akan menentukan posisi Partai Golkar dalam Pilpres mendatang, apakah akan tetap mengusung capres sendiri sesuai hasil Rapimnas pada Oktober lalu atau alternatif lain.
Namun berdasarkan dinamika politik yang ada, diduga kuat Golkar akan menganulir keputusan Rapimnas tersebut. Partai Golkar akan kembali berkoalisi dengan Demokrat dan mengajukan salah satu kadernya sebagai cawapres untuk mendampingi SBY. Anjloknya perolehan suara pada Pemilu Legislatif lalu memaksa Golkar harus bersikap realistis.
Sejumlah nama disebut-sebut masuk nominasi cawapres Partai Golkar. Mereka adalah Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Agung Laksono dan Sultan Hamengku Buwono X.
(djo/nrl)











































