Tak banyak ketua DPD yang angkat bicara dalam rapat tertutup itu. Hanya ada 4 orang ketua DPD yang mengutarakan pendapatnya, ditambah satu orang dewan penasihat.
"Sesudah ketua umum memberikan sambutan 10 menit, tak banyak yang bersuara, hanya ada 4 ketua DPD yang bicara," ujar Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai ketika ditemui usai Rapat Konsultasi di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka semua menerima, dan meminta untuk realistis, dengan perolehan suara seperti sekarang mereka meminta kita berkoalisi," ungkap Yorrys.
Setelah empat ketua DPD ini angkat bicara, sejumlah daerah lain memilih diam. Salah satu Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, Abdul Gafur, sempat mengkritik sikap diam para ketua DPD.
"Semuanya bilang pas, karena mereka sudah sepakat bahwa Golkar harus realistis dengan perolehan sekarang. Kita harus berkoalisi. Dan logikanya, jika ingin menang kita berkoalisi dengan partai pemenang. Pak Abdul Gafur sempat bilang kenapa semuanya pas," jelas Yorrys yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini.
Rapat konsultasi pun hanya berlangsung sekitar 1 jam. Usai rapat, sejumlah elit DPP pun nyaris berkomentar sama. Perolehan suara yang menurun, mau tak mau harus realistis menerima fakta politik yang ada. Ini sekaligus menjadi pertanda jika Rapimnas Khusus (Rapimnassus) 23 April hanya menjadi ajang untuk menentukan cawapres yang diusung Golkar.
Suara-suara yang menginginkan JK untuk maju terus terus sebagai capres diperkirakan masih tetap ada. Namun suara ini jauh lebih kecil dibanding suara yang dominan untuk berkoalisi, dan menerima jika hanya mengusung sebagai cawapres saja.
(gun/nrl)











































