Demikian ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), MOh JUmhur Hidayat dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (17/4/2009).
"Kenaikan ini sebagai hal wajar dan terukur, mengingat masih besarnya simpati masyarakat terhadap figur Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat," kata Jumhur.
Kenaikan tesebut menurut Jumhur merupakan bukti bahwa SBY berhasil menjalankan roda pemerintahan sehingga perlu dilanjutkan lagi pada periode berikutnya.
Dengan demikian, kata Jumhur, naiknya suara Partai Demokrat (PD) yang mencapai 300 persen tidak perlu dianggap aneh oleh pihak mana pun.
"Pada Pemilu 2004, PKS juga mengalami kenaikan 600 persen dari pemilu sebelumnya," Jumhur membandingkan.
Ditambahkan, selain akibat dukungan publik yang kuat kepada SBY, kemenangan Partai Demokrat juga merupakan hasil kerja keras yang dilakukan para kader maupun iklan, termasuk pemberitaan di media.
"Iklan Partai Demokrat yang menggalang opini masyarakat mengenai keberhasilan pemerintahan SBY, menjadi citra positif bagi publik, karenanya iklan itu telah direspons dengan cara yang positif pula berupa dukungan untuk melanjutkan pemerintahan SBY," kata Jumhur yang juga Kepala Badan Nasionlan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).
Jumhur mengharapkan agar kemenangan Partai Demokrat tidak disikapi secara ahistoris atau pun dengan hal-hal yang dapat merendahkan makna demokrasi di tanah air, antara lain adanya upaya sebagian kalangan yang tidak ingin menerima hasil pemilu ataupun bermanuver yang bertujuan mengganjal SBY menuju pencapresan.
"Akan lebih mendidik rakyat jika semua pihak berusaha mengedepankan sikap arif dan terus membangun dinamika politi yang positif buat rakyat," pungkasnya.
(anw/ape)











































