"Kalau memang persyaratan positioning partai Golkar harus ditegakkan cawapres tidak ada salahnya juga," ujar Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Agggrek Neli, Slipi, Jakarta, Kamis (16/4/2009) malam.
Lebih lanjut Surya menuturkan, pada saat rapat konsultasi, DPD Golkar se-Indonesia masih belum memutuskan apakah Golkar akan mengusung capres atau tidak. Namun dari sekian opsi yang dimunculkan, keinginan untuk berkoalisi merupakan yang paling dominan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah berarti Golkar akan memilih mengajukan cawapres? Surya menjawab. "Realitasnya tidak bisa kita pungkiri, perolehan Golkar yang 14 persen," tandasnya.
Namun, lanjut Surya, koalisi yang diinginkan Golkar ke depan harus memberikan manfaat antar-partai. Tidak lagi saling membebani dan merugikan satu sama lain.
"Yang jelas semua menginginkan koalisi yang bermanfaat, keduanya saling respect (antar partai) dan saling membutuhkan, tidak berat dan diberatkan," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Gorontalo, Fadel Muhammad berharap agar Golkar berkoalisi dengan partai nasionalis. "Opsi yang diinginkan teman-teman daerah termasuk juga saya kami ingin Golkar berada pada mainstream partai, yaitu bergabung dengan nasionalis. Sekarang yang nasionalis adalah PD dan PDIP mungkin pilihannya di antara itu," kata Fadel.
(ape/anw)










































